Bnn Ungkap 618 Kasus Tindak Pidana Narkotika Sepanjang 2024

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Foto

Agung Pambudhy - detikNews

Senin, 23 Des 2024 17:00 WIB

Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis info penanganan kasus narkoba sepanjang 2024. Total ada 618 kasus pidana narkotika nan telah diungkap BNN di tahun 2024.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom memberikan keterangan pers di Kantor BNN, Jakarta Timur, Senin (23/12/2024).

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom memberikan keterangan pers di Kantor BNN, Jakarta Timur, Senin (23/12/2024).

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom memberikan keterangan pers di Kantor BNN, Jakarta Timur, Senin (23/12/2024).

Kepala Badan Narkotika Nasional mengungkapkan total sebanyak 618 kasus tindak pidana narkotika nan telah diungkap BNN di tahun 2024. 

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom memberikan keterangan pers di Kantor BNN, Jakarta Timur, Senin (23/12/2024).

Ia juga memaparkan sebanyak 974 orang tersangka nan sukses diamankan sepanjang tahun ini.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom memberikan keterangan pers di Kantor BNN, Jakarta Timur, Senin (23/12/2024).

Dari seluruh kasus nan diungkap, BNN menyita peralatan bukti narkotika, diantaranya berupa 710.980,59 gram sabu, 2.178.034,61 gram ganja, 1.077,69 gram ganja sintetis.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom memberikan keterangan pers di Kantor BNN, Jakarta Timur, Senin (23/12/2024).

BNN menyita peralatan bukti berupa 290.737,23 butir dan 138.404,29 gram ekstasi. Lalu sebanyak 2.760 gram heroin, 4.335,34 gram kokain, 971.000 butir dan 2.800 gram PCC, serta 1.300 ml cairan prekursor narkotika.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom memberikan keterangan pers di Kantor BNN, Jakarta Timur, Senin (23/12/2024).

Selain itu Kepala BNN RI Marthinus Hukom mengungkap info total 27 jaringan sindikat narkoba telah dipetakan BNN selama 2024. 

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom memberikan keterangan pers di Kantor BNN, Jakarta Timur, Senin (23/12/2024).

BNN mengungkap bandar dan kartel narkoba dari Asia Tenggara dan Amerika Selatan menyumbang besar pengedaran peralatan haram itu ke Indonesia.