ARTICLE AD BOX
librosfullgratis.com, Amsterdam - Media Belanda, Voetbal International, mengungkapkan rencana uji coba antara Timnas Belanda versus Timnas Indonesia susah terwujud.
Sekjen Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), Gijs de Jong, telah membahas kemungkinan latih tanding Belanda kontra Timnas Indonesia dengan Direktur Sepak Bola KNVB, Nigel de Jong.
Namun, uji coba Belanda melawan Timnas Indonesia kemungkinan tidak bisa terealisasikan dalam waktu dekat lantaran kesibukan kedua kesebelasan.
Setelah tersingkir dari perempat final UEFA Nations League A 2024/2025, Belanda bakal berkancah di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa pada Juni 2025.
Yuk gabung channel whatsapp librosfullgratis.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Jadwal Timnas Indonesia juga Padat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5168936/original/074768700_1742470458-000_379J7KA.jpg)
Sementara, Timnas Indonesia juga tetap berjuang di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, dan berkesempatan lolos ke putaran keempat.
"Para pembimbing kepala tentu juga mempunyai pendapat mengenai perihal ini, gimana mereka melihatnya dari perspektif olahraga," ujar Gijs de Jong dinukil dari Voetbal International.
"Kami telah mendiskusikan topik ini dengan Nigel de Jong. Dalam jangka pendek, perihal ini bakal susah diwujudkan."
"Namun, bakal sangat menyenangkan jika suatu saat kelak kami bisa mengadakannya," jelas Gijs de Jong.
Uji Coba Tim U-23
Namun, Voetbal International mendeskripsikan terbuka kemungkinan latih tanding antara Jong Oranje alias Belanda U-21 dengan timnas U-23.
"Saat ini, sedang dicari celah dalam almanak pertandingan untuk mengatur laga antara Jong Oranje dan Jong Indonesia. Hal nan sama juga bertindak untuk tim futsal nasional kedua negara," tulisnya.
"Namun, menyelenggarakan pertandingan antara tim senior Belanda dan Indonesia bakal menjadi tantangan nan lebih besar. Hal ini disebabkan oleh kombinasi dari agenda pertandingan nan padat, waktu perjalanan nan panjang, serta perbedaan kualitas nan signifikan," jelasnya.
Sumber: Voetbal International