Staf Uin Makassar Yang Meninggal Belum Sempat Diperiksa Di Kasus Uang Palsu

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Polisi membenarkan bahwa seorang staf UIN Alauddin Makassar berinisial M meninggal bumi setelah mengetahui namanya disebut terlibat kasus sindikat duit tiruan nan beraksi di dalam kampus. M pun tidak menjadi tersangka lantaran belum sempat diperiksa oleh penyidik.

Kapolres Gowa AKBP Rheonald T. Simanjuntak mengatakan terduga pelaku M tidak tertuang dalam laporan penyelidikan dan penyidikan. Penyidik berdasar M meninggal dunia.

"Kami kan jika ini nan sudah meninggal, kami iba makanya kami tidak faktakan itu dalam temuan kami," kata Rheonald, dilansir detikSulsel, Kamis (19/12/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kami temukan keterangan itu (M disebut terlibat), namun tidak kami tuliskan secara apa, kebenaran itu dalam hasil penyelidikan kami, lantaran sudah meninggal kodong," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak kampus membenarkan M telah meninggal bumi pada Sabtu (7/12) lalu. M meninggal bumi terhitung 11 hari sejak polisi menerima laporan peredaran duit tiruan dari salah satu tersangka di Kecamatan Pallangga pada Selasa (26/11) lalu.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kaswad Sartono, turut membenarkan M nan meninggal bumi merupakan staf kampus. Namun dia mengaku tidak mengetahui info dugaan keterlibatan M lantaran pihaknya belum pernah menerima info itu dari pihak kepolisian.

"Saya tidak tahu persis ya (soal info dugaan keterlibatan M). Pimpinan, Pak Rektor, mengenai dengan tindakan norma itu dipercayakan kepada pihak nan berkuasa dalam perihal ini kepolisian," ujar Kaswad Sartono kepada detikSulsel, Sabtu (21/12).

Baca buletin selengkapnya di sini.

(rdp/imk)